TUGAS POKOK DAN FUNGSI UNIT PENGELOLA KEGIATAN

Unit Pengelola Kegiatan,

UPK adalah unit yang mengelola operasional kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan dan membantu BKAD mengkoordinasikan pertemuan-pertemuan di kecamatan. Pengurus UPK terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Pengurus UPK berasal dari anggota masyarakat yang diajukan dan dipilih berdasarkan hasil musyawarah desa.
Tugas dan tanggung jawab UPK diantaranya adalah :
a. Bertanggungjawab terhadap seluruh pengelolaan dana PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan
b. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan administrasi dan pelaporan seluruh transaksi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan
c. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan dokumen PNPM Mandiri Perdesaan baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan
d. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan dana bergulir
e. Melakukan pembinaan terhadap kelompok peminjam
f. Melakukan sosialisasi dan penegakan prinsip-prinsip PNPM Mandiri Perdesaan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan bersama dengan pelaku lainnya
g. Melakukan administrasi dan pelaporan setiap transaksi baik keuangan ataupun non keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program
h. Membuat perencanaan keuangan (anggaran) dan rencana kerja sesuai dengan kepentingan program yang disampaikan pada BKAD/MAD
i. Membuat pertanggungjawaban keuangan dan realisasi rencana kerja pada BKAD/MAD sesuai dengan kebutuha. Bahan laporan pertanggungjawaban disampaikan kepada seluruh pelaku desa yang terkait langsung satu minggu sebelum pelaksanaan
j. Melakukan evaluasi dan pemeriksaan langsung Rencana Penggungaan Dan (RPD) dan Laporan Penggunaan Dana (LPD) ynag dibuat oleh desa dalam setiap tahapan ptoses PNPM Mandiri Perdesaan dan sesuai dengan kebutuhan
k. Melakukan bimbingan teknis dan pemeriksaan secara langsung administrasi dan pelaporan pelaku desa
l. Membuat draft aturan perguliran yang sesuai dengan prinsip dan mekanisme PNPM Mandiri Perdesaan untuk disahkan oleh BKAD/MAD dan menegakan dalam pelaksanaan dengan tujuan pelestarian dana bergulir
m. Menyiapkan dukungan teknis bagi terbentuknya kerja sama dengan pihak luar/pihak lain dalam kaitannya dengan pengembangan potensi wilayah
n. Melakukan penguatan kelompok peminjam dalam kelembagaan, pengelolaan keuangan, pengelolaan pinjaman dan memfasilitasi pengembangan usaha kelompok atau pemanfaat
o. Membantu pengembangan kapasitas pelaku program melalui pelatihhan, bimbingan lapangan dan pendampingan dalam setiap kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan
p. Mendorong transparansi dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan pinjaman, perkembangan program dan informasi lainnya melalui papan informasi dan menyampaikan secara langsung kepada pihak yang membutuhkan
q. Melakukan fasilitasi (bersama pelaku lain) penyelesaian permasalahan-permasalahan yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan.

Makna Hari VALENTIN

VALENTINEday, Perekat Kebersamaan.

Hari Valentine pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi – notisi dalam bentuk ” valentines “. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah cupid bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun.
Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu – kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu Valentine. 
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

HARI VALENTINE PADA ERA MODERN
Hari Valentine kemungkinan di impor oleh Amerika utara dari Britania Raya, Negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika kartu Valentine pertama yang di produksi secara massal dicetak setelah tahun 1874 oleh Esther A. Howland ( 1828 – 1904 ) dan Worcester, Massachusatts.
Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. ( Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary”.)

Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif, karena perayaan Valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan Valentine, seperti kotak cokelat, perhiasan dan boneka. Pertokoan, Tempat Hang out dan media (Stasiun TV, Radio, Online Dan Majalah Remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan Valentine.

Nasib tak bisa diduga, Takdir tak bisa di rubah, hanya Doa yang bisa memperbaiki segalanya

Fenomenial Stratifikasi Sosial

Hidup adalah fenomenial sosial yang disana sini penuh dengan tantangan/ persoalan hidup mendasar yang tidak boleh di abaikan. Hal ini telah menjadi masalah umum bagi keberlangsungan Stratifikasi hidup sosial kemasyarakatan; seperti kita ketahui, beberapa yang menjadi masalah utama adalah diantaranya ; kepincangan ekonomi masyarakat secara menyeluruh akibat dari peningkatan penyebaran jumlah penduduk yang tidak merata.

Tertutupnya lapangan kerja bagi sekelompok individu tertentu karena kalah bersaing dengan tingkat kecerdasan masyarakat dunia Global, yang diserbui dengan peningkatan dan penyebaran berbagai Industri Teknologi tepat guna yang hanya membutuhkan tenaga-tenaga trampil dan terlatih serta terdidik dengan terapan budaya teknologi baru yang telah dimodernisasikan serta mampu bersaing lebih efesien.

Patokan kehidupan pada saat sekarang, sudah tidak boleh lagi terus berpedoman pada ungkapan “Nasib tak bisa diduga, Takdir tak bisa di rubah, hanya Doa yang bisa memperbaiki segalanya“. Ini merupakan suatu ungkapan yang sudah lazimnya diungkapkan oleh kebanyakan pihak.

Perlu kita hayati dan ketahui bersama bahwa; merencanakan sesuatu tanpa tindakan adalah sia-sia dan hampa. Dalam hal ini, keterkaitan tersedianya Modal sangat tidak terlepas dan harus dibarengi dengan ketrampilan kerja nyata (Skiil)
Karena dengan melalui sebuah tindakan untuk berbuat, maka dapat dipastikan bahwa Nasib/ Takdir hidup yang buruk itu akan kehilangan dari hidup kita dan enggan melekat lagi.

Kenapa..?.  Ya, karena sudah ditompangi oleh konsep-konsep hidup baru yang mau bertindak dan berbuat untuk dirisendiri tanpa mengharapkan campur tangan orang lain. Hal ini juga mungkin menjadi persoalan baru bagi kita, tetapi dengan adanya kemauan untuk bertindak, berbuat untuk berkarya; yakinlah akan meraih

Berikut Tanda Pria Jadi Calon Suami dan Seorang Ayah yang Baik

​Memilih Kwalitas Pasangan Hidup;

Photo Doc. Arnelius Larosa/ Warkop Humene, 14/01/2017

Mencari suami bukan hal yang mudah dilakukan, karena Anda tidak hanya mencari kualitas seorang pasangan hidup, namun juga ayah dari anak-anak Anda kelak. Lalu, bagaimana caranya mengetahui bahwa suami juga adalah seorang ayah yang baik?
Berikut ini adalah beberapa tandanya, seperti lazimnya kita ketahui pada umumnya;

1. Suka bercanda dengan anak kecil;

Hampir setiap bertemu dengan anak-anak kecil, selalu ada candaan yang membuat mereka tertawa, ini adalah tanda yang bagus, bukan?

2. Sering mengunggah foto anak-anak kecil di media sosial;

Anda mungkin khawatir bahwa follower di media sosial membuat bosan melihat foto-foto anak, namun tidak dengan Pria yang satu ini, Ia tidak akan peduli dan dengan bangga mengumumkan kepada dunia setiap perkembangan dari seorang anak.

3. Bersedia melakukan apa saja untuk anak;

Tidak akan takut untuk naik ke pohon atau berenang ke air untuk sekedar bersenang-senang bersama anak-anak.

4. Peduli kepada banyak anak;

Kebanyakan Pria tidak memiliki kepedulian terhadap teman-teman si anak. Namun, jika Anda menemukan seorang pria tidak melakukan hal yang sama, justru ia terlihat paling antusias terhadap segala sesuatu tentang anak, jangan diragukan lagi bahwa ia adalah calon ayah yang baik.

5. Ia suka membacakan cerita untuk anak;

Selain mengetahui teman-teman sang anak, seseorang Pria juga biasanya paling malas untuk merawat anak, seperti membacakan cerita di malam hari. Jadi jangan ragukan pria yang satu ini jika ia justru rutin melakukan hal ini kepada anak pada saat tertentu.

6. Bayak Wanita lain mencemburui Anda, bila ia adalah Pacar/ Tunangan Anda.

Anda mungkin pernah merasakannya, saat semua teman-teman Anda atau ibu-ibu lain merasa cemburu, karena tidak memiliki suami seperti calon suami anda. Terkadang.., rasanya menyenangkan bahkan pusing tujuh kali keliling dan seakan merasa bersalah memilihnya. Jangan kwatir, gapailah Cintamu bersamanya, pupuklah kesetiaan; bersaing sehat dan optimal dengan mereka-mereka yang lain, serta tetaplah berdoa.

Bersama Itu, adalah Wujud Kepedulian Kasih Dalam Keluarga

Keluarga dan Kasih,

Photo Doc. Kel. A/I. Rachel Daeli/ Krawang-Jkrt, 2017

Keluarga adalah lembaga sosial pertama yang Tuhan ciptakan bagi manusia (Kej.2: 18-25). Keluarga merupakan bagia dari karya penciptaaan Tuhan dan Tuhan melihatnya sebagai sesuatu yang baik serta memberkatinya. Apabila kita perhatikan kisah Tuhan mempersatukan Adam dan Hawa maka kita dapat mengatakan bahwa keluarga adalah sebuah bentuk persekutuan. Bukan sekedar perkumpulan dari sekelompok orang yang tinggal bersama dalam suatu tempat atau rumah.

Keluarga dapat hanya menjadi sebuah perkumpulan orang-orang apabila dalam keluarga itu tidak terjadi komunikasi yang hangat dan saling membangun. Semua sibuk dengan urusan pribadi dan masa bodoh dengan yang lainnya. Rumah hanya sekedar “HOUSE”, tempat tinggal, yang tidak ada bedanya dengan hotel, losmen, tempat kost atau apartemen.

Keluarga sebagai persekutuan berarti setiap anggota merasa dan menempatkan dirinya sebagai bagian integral dari keluarga di mana ia tinggal. Setiap orang merasa bahwa kesusahan atau kesukacitaan salah seorang anggota keluarga adalah kesusahan dan sukacita mereka juga. Setiap orang merasa bertumbuh dan berkembang kedewasaannya karena dukungan semua pihak yang ada dalam rumah tersebut. Setiap orang merasa hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga dihargai dan dihormati. Ada komunikasi yang hangat dan saling membangun satu dengan yang lainnya. Rumah dirasakan sebagai sebagai sebuah “HOME” oleh setiap anggota keluarga yang dapat memberikan kedamaian, kebahagiaan, kekuatan, pengharapan dan keberanian untuk menapaki masa depan. Seperti yang dikatakan oleh kata-kata bijak berikut ini: “Rumah adalah tempat bagi setiap orang untuk hidup bagi Tuhan dan sesamanya.”
Keluarga merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap keluarga mempunyai peran dan sumbangsih yang besar dalam kehidupan masyarakat. Untuk hal ini kita dapat belajar dari apa yang diucapkan oleh Kung Fut Tse sebagai berikut:
Apabila ada harmoni di dalam rumah maka akan ada ketenangan di masyarakat; Apabila ada ketenangan di masyarakat, maka ada ketentraman di dalam negara; Apabila ada ketentraman di dalam negara, maka akan ada kedamaian di dalam dunia.
Kita juga perlu ingat bahwa setiap keluarga Kristen adalah cerminan wajah gereja di masyarakat dan juga basis kehidupan gereja. Keluarga-keluarga Kristen yang kokoh membuat gereja juga kokoh. Sedangkan apabila keluarga-keluarga Kristen rapuh maka gereja juga rapuh. Di sini kita dapat melihat bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam kehidupan masyarakat dan gereja tetapi ia mempunyai peran yang sangat besar dan penting.
Keluarga yang berpusatkan kepada Kristus adalah keluarga yang setiap anggota keluarganya dapat berperan sebagai terang, garam, embun dan minyak kehidupan. Seperti garam yang memberi rasa dan mengawetkan demikian juga kita harus memberi rasa yang saling membangun untuk mengutuhkan kesatuan keluarga. Seperti terang yang menunjukkan kegelapan, membimbing dan mengarahkan orang pada jalan yang benar; demikian juga kita sebagai anggota keluarga memberikan tuntunan, arahan dan koreksi yang positif. Sehingga setiap anggota keluarga dapat menempatkan dirinya dengan benar dan melaksanakan apa pun dalam hidupnya di daalam kebenaran firman Tuhan. Seperti embun yang memberikan kesegaran demikian juga setiap anggota keluarga dipanggil untuk dapat memberikan kesegaran rohani. Sehingga setiap anggota keluarga yang sedang mengalami keputusasaan, depresi, apatis dan sebagainya dapat kita kuatkan dan dipacu kembali semangat dan gairah hidupnya. Seperti minyak dalam tradisi Israel yang melambangkan kekudusan maka setiap anggota keluarga dipanggil untuk menjaga kekudusan hidupnya sendiri dan juga kekudusan hidup setiap anggota keluarganya.

Setiap anggota keluarga tidak membiarkan dirinya dikuasai perasaan iri hati, dengki, benci, amarah, dendam dan pementingan diri sendiri. Bahasa populernya ialah setiap anggota keluarga menunjukkan KASIH-nya kepada yang lain.

Tetapi, seringkali kata Kasih ini disalahartikan. Misalnya: Karena memahami arti kata kasih maka dengan sendirinya mereka akan mengasihi. Memahami suatu konsep dan bertindak atas suatu konsep adalah dua hal yang berbeda. Bagaimanapun kasih adalah sesuatu yang harus kita lakukan. Uskup Stephen Neill mendefinisikan kasih sebagai “arah yang tetap dari kemauan yang kokoh terhadap kebaikan bagi orang lain.” Kesalah-pahaman lainnya ialah anggapan bahwa dengan tidak melakukan apapun terhadap orang lain sehingga kita tidak mungkin melukai perasaan orang lain seringkali dianggap sebagai tindakan kasih. Padahal dalam berita Yesus kasih adalah sesuatu yang bersifat aktif (Matius 7: 12). Ia tidak dapat berdiam diri apabila melihat ada orang lain/anggota keluarga yang membutuhkan uluran tangannya.

Salah satu bentuk ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan dalam hidup berkeluarga dapat kita lakukan dengan cara saling memberikan dorongan semangat (encouragement). Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memberi dorongan semangat kepada yang lain.

Keluarga Bahagia adalah Mereka yang Selalu Bersama Dalam Suka & Duka

Keluargaku dan Suka-Duka

Photo Doc. Kel. Eliyanus Larosa/ Kep. Riau-Batam Island, 2017

Keluarga bahagia adalah harta yang paling berharga pada kehidupan kita, keluarga tak akan bisa ternilai dan tertukar dengan apapun termasuk uang. Maka dari itu hendaknya semua, khususnya yang masih punya keluarga, jangan sia-siakan keluargamu. Buatlah keluargamu jadi bangga dari apa yang sudah kamu hasilkan dan lakukan sekarang.

Inilah poin penting yang harus diperhatikan untuk membina keluarga bahagia;

1. Saling Menghormati

Menghormati adalah salah satu cara kita memberi posisi tertinggi setelah Tuhan dan orang tua di hati kita. Menghormati keberadaan suami atau istri yang mendampingi kita akan membuat pasangan kita merasa dihargai. Tidak peduli apakah Anda lebih tua atau lebih muda dibandingkan pasangan Anda, yang terpenting perilaku saling menghormati antara Anda dan pasangan harus tercipta dan terjaga. Menjaga nama baik dan harga diri pasangan Anda adalah salah satu cara dari sikap saling menghormati.

2. Komunikasi
Membahas pendidikan anak atau seputar cara agar dapur tetap mengepul adalah hal biasa bagi pasangan. Namun menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol hal-hal seru dan menyenangkan dan tertawa bersama adalah hal sederhana namun terasa sangat istimewa.

3. Membagi Kesedihan dan Kegembiraan Bersama
Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan, Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami. Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama.

4. Temukan hal-hal baru dari pasangan
Temukan hal-hal baru dari pasangan setiap hari. Terlihat sederhana memang, namun akan memberikan ruang satu sama lain untuk menyesuaikan diri. Kedua pasangan sebaiknya sama-sama melakukannya dengan tujuan untuk membahagiakan pasangan. Tipsnya, jangan merasa seperti mengetahui “SEMUA” hal tentang pasangan. Ingat bahwa Anda dan pasangan adalah dua pribadi yang berbeda.

5. Ciptakan Romantisme
Suasana romantis akan tercipta bila Anda memiliki sikap yang romantis kepada pasangan Anda. Siapapun akan sepakat bahwa sikap dan suasana romantis yang tercipta adalah faktor pendukung terciptanya hubungan yang harmonis. Siapa yang tidak senang bila pasangannya sangat berbakat menciptakan suasana romantis berdua? Memang tidak semua orang berbakat menciptakan suasana-suasana yang romantis untuk pasangannya, bahkan beberapa pasangan justru gagal menciptakan keromantisannya. Namun yakinlah, semua orang punya sisi-sisi romantis tersendiri. Bedanya, ada yang menonjol ada pula yang tidak terlihat. Bakat-bakat sikap romantis tetap ada pada diri masing-masing individu. Tidak perlu repot menyusun suatu kegiatan yang bersifat romantis untuk pasangan Anda. Hal-hal kecil yang bisa menyenangkan hati pasangan Anda pun akan terasa romantis apabila Anda tulus melakukannya. Misalnya, bangunkan pasangan dari tidurnya dengan sebatang bunga mawar merah atau secangkir kopi hangat, menyelipkan surat berisi pesan cinta di saku kemeja kerjanya, atau membisikkan kalimat “I love you” di telinganya saat beranjak tidur.

6. Saling Pengertian
Banyak kasus perceraian terjadi dikarenakan kurangnya rasa pengertian masing-masing pihak. Suami atau istri akan merasa sulit menerima kekurangan dan kelebihan pasangan apabila rasa saling pengertian tidak tumbuh di hati. Padahal sejatinya, ketika memutuskan berumah tangga tentu masing-masing pihak telah siap menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan dalam perjalanan mengarungi biduk rumah tangga. Bila rasa saling pengertian tidak ada di hati suami atau istri, maka sudah bisa dipastikan bahwa rumah pertengkaran akan sering terjadi dan rumah tangga menjadi jauh dari suasana harmonis. Sebaiknya, mulailah menerima pasangan Anda dalam segala kondisi terburuk sekalipun. Bila ada kekurangan pada diri pasangan Anda, maka tutupilah kekurangan tersebut dengan kelebihan yang Anda miliki.

7. Berusaha menyenangkan pasangannya
Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.

8. Berterus-terang
Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.

9. Saling Memberi Pujian
Memberi pujian kepada pasangan Anda membantu terciptanya hubungan yang harmonis dalam ikatan suami istri. Jangan sungkan untuk saling berbagi pujian kepada pasangan Anda. Memuji akan membuat perasaan pasangan Anda berbunga-bunga. Memuji juga akan membuat pasangan Anda merasa dihargai oleh pasangannya. Dengan saling memuji, setiap pasangan akan merasa menciptakan “prestasi” tersendiri untuk pasangannya. Anda bisa memberi pujian terhadap hasil masakan istri Anda, memberi pujian kepada suami bila ia telah berhasil memperbaiki alat rumah tangga yang rusak, atau bahkan pujian-pujian kecil yang berada pada anggota tubuh pasangan Anda. Misalnya, memuji hidungnya yang mancung, memuji bulu matanya yang lentik atau memuji susunan giginya yang rapi.

10. Saling Menguatkan
Saling menguatkan juga merupakan point penting membangun hubungan yang harmonis antara suami dan istri. Ketika salah satu pasangan tengah berada dalam kondisi kesulitan, maka idealnya pasangannya menjadi penguat dan penyemangat bagi pasangannya yang kesulitan tersebut. Seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Banyak pasangan yang enggan terlibat dalam kondisi kesulitan yang tengah dihadapi pasangannya. Ia justru menghindar karena menganggap bahwa kesulitan yang dihadapi pasangannya akan mengurangi sisi-sisi kebahagiaan dan kesenangannya. Padahal sesungguhnya, ketika bersedia menjadi pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan yang sah, itu artinya sepasang suami istri harus rela bersama-sama terlibat dalam kondisi suka dan duka.

11. Saling Mendoakan
Hubungan suami istri yang harmonis tidak akan tercipta tanpa peran serta doa di dalamnya. Ritual saling mendoakan akan membuat masing-masing pasangan menjadi merasa sangat penting di mata pasangannya. Menyelipkan doa-doa untuk pasangan Anda juga akan membuat pasangan Anda menyadari bahwa pasangan Anda benar-benar mencintai Anda. Libatkan selalu keberadaan Tuhan di tengah-tengah rumah tangga Anda. Dengan demikan diharapkan kebaikan-kebaikan akan selalu hadir di tengah-tengah keluarga sehingga keharmonisan antar suami dan istri tetap terjaga.

Cinta Ini Ku-serahkan Untuk-mu Bila Kamu Adalah Seseorang Yang Setia

​Cinta tak semanis yang dibayangkan

Berjuang tuk meraih Cinta adalah merupakan hal sederhana dan bukan berarti hal sepele, terkadang datang keburukan dan perkara yang tak diinginkan.

Meski segala ragu mengenai cinta tengah berkali-kali merajai pikiranku.

Namun aku selalu percaya bahwa jodoh tak pernah tertukar, dan takdir Tuhan tak pernah salah.

Setiap orang yang hadir, terkadang beberapa diantaranya hanya sekadar mengucapkan hello dan kemudian pada akhirnya pergi mengucapkan goodbye, beberapa diantaranya mungkin ada yang hanya sekadar lewat tanpa permisi, namun percayalah pada akhirnya akan ada seseorang yang datang dan tinggal menetap di kediaman hatimu.

Mungkin hatimu telah dipatahkan berkali-kali oleh cinta, mungkin kepercayaanmu telah dihancurkan berkali-kali oleh kebohongan dan pengkhianatan, mungkin segala perjalanan mengenai kisah cintamu hanya mengundang luka ketika mengingatnya.

Itu memang benar.
Karna cinta dan luka itu sepaket.Siap mencintai, harus siap patah hati. Siap memiliki, harus siap kehilangan.

Ibaratkan, menggenggam butiran pasir.

Terlalu erat kau genggam pasir itu, dia akan tumpah dan jatuh kebawah. Pun sama jika kau tak menggenggamnya.

Solusinya; peganglah, taruhlah diatas kedua tanganmu yang terbuka. Perlahan, namun pasir itu pun tidak akan tumpah.

Pun sama dengan perihal mencintai.

Kau boleh menggenggamnya, namun jangan terlalu erat karna kau genggamanmu kelak akan dilepaskan olehnya, kau kan ditinggalkan.

Namun bukan berarti kau tak menggenggamnya, karna jika tak kau genggam, kau sendiri yang kan kehilangan.

Mencintai itu tak salah, karena cinta itu tak pernah salah. Yang salah adalah ketika kita memaksakan sesuatu tuk tetap tinggal. Sedangkan menjaga itu perlu ketika kamu telah memilikinya. Jangan dilepaskan, namun jangan dipaksakan, sebab cinta bukanlah paksaan, dia hadir dengan sendirinya tanpa permisi.

Terkadang dia tumbuh dengan sendirinya karena terbiasa.

Walau keadaan tak melulu berpihak pada hati, dan logika tak sependapat dengan perasaan.

Mencintai bukan berarti harus berambisi memiliki, karna cinta bukanlah ambisi tuk sekadar mendapatkan.

Percayalah kepada Sang Pemilik Hati di atas, karna takdir dan jodoh dari-Nya tak pernah salah alamat, tak pernah tertukar, dan selalu disediakan-Nya yang baik untukmu dan bukanlah yang terburuk.

Terkadang takdir tak sependapat dengan cinta yang saat ini telah singgah.

Takdir lebih berkuasa dari cinta yang telah tumbuh dan dirawat dengan sedemikian rupa.

Jika yang dicintai bukanlah takdir-Mu, percayalah jika memang waktu dalam buku takdir-Nya sudah tepat, maka akan dipertemukan olehmu, dan digantikan-Nya yang lebih baik dari seseorang yang sebelumnya telah diam didalam hatimu.

Namun jika takdir berpendapat sama dengan cinta, percayalah meski jarak yang memisahkan terbentang luas, Sang Pemilik Hati kan menyatukan dan tak akan memisahkan meski jaraknya hanya sesenti saja.

Karna itu, nyatakanlah setiamu. Buanglah kwatirmu, utarakan janjimu saat ini juga, supaya jodohmu tetap digenggamanmu.